Pasanggiri Reog 2025, Ajang Kreativitas dan Pelestarian Budaya yang Sukses Digelar
visitciamis.id Pasanggiri Reog Kabupaten Ciamis 2025 telah dilaksanakan dengan sangat meriah di Wisata Alam Cadas Ngampar, Desa Wisata Gunungsari, Kec. Sadananya pada, Selasa Rabu 12-13 Agustus 2025.
Dengan tema Ngarojatkeun (atau Ngaronjatkeun) Ajén Nasionalisme Ngaliwatan Seni Jeung Tradisi di Tatar Galuh tersebut menegaskan bahwa seni tradisional bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana penguatan identitas dan nasionalisme.

Tujuan acara ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kesenian Reog lokal yang sempat redup, sekaligus mempromosikan potensi wisata wilayah Ciamis.
Pesanggiri ini diikuti oleh 7 grup kesenian Reog tradisional se-Kabupaten Ciamis, setiap grup harus memiliki minimal 5 anggota, sesuai pakem tradisional.
Peserta yang ikut pada acara ini seperti Ampel Pusaka Group, Pertabuna Chanel, Manyar Group, Tapak Jalak Mekar, Darmabakti, Tarum Grup, dan Panghudangsari.
Penampilan terbagi dalam dua bagian: 10 menit pembukaan (pakem dan dialog), dan 25 menit kreasi bebas, dengan total durasi maksimal 35 menit.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi walaupun di lokasi cuacanya terasa dingin dan lembap akibat hujan yang mengguyur lokasi tersebut.
Warga dari berbagai usia hadir menyemarakkan acara, bahkan penampilan disiarkan secara langsung lewat media sosial.
Kalian bisa menonton kegiatan tersebut melalui YouTube dan TikTok dari BPPD Ciamis, Dispar Ciamis, dan Diskominfo Ciamis.
Menurut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Ciamis, Dian Kusdiana S.IP., MM, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan minat generasi muda terhadap seni tradisional.
” Kegiatan ini bertujuan untuk menginvertarisir seni reog yang yang telah ada sejak lama dan masih aktif hingga sekarang, sehingga dapat menimbulkan minat untuk generasi sekarang”. Ucap Dian
Pada acara ini Grup Reog Panghudangsari keluar sebagai juara 1, untuk juara 2 dimenangkan oleh Pertabuna Chanel, dan juara 3 dimenangkan oleh Manyar Group.
Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi antar penggiat budaya dan kesenian di tatar galuh, dan menjadi ajang untuk mencari bibit-bibit penerus penggiat seni tersebut.
